Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Penerima PKH Hijrah Dari Miskin Ke Sejahtera

Dipublikasi pada Monday, 21 November 2016 oleh ria

 

Pelatihan PPNS 2012

Wonosobo (21 November 2016) - Sebanyak 1045 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) asal Jawa Tengah dinyatakan lulus atau graduasi dari Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah lulus dan sejahtera, seluruh keluarga tersebut tidak lagi memperoleh bantuan sosial. Dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, jumlah KPM yang telah lulus terbanyak berasal dari Kabupaten Demak sejumlah 371 keluarga. Disusul peringkat kedua dan ketiga masing-masing yakni Kabupaten Rembang sebanyak 104 keluarga dan Kota Pekalongan 83 keluarga. Sertifikat graduasi diserahkan di Gedung Sasana Adipura Wonosobo dalam gelaran PKH Jateng Fest 2016, Senin (21/11).

 



Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat mengatakan bahwa meskipun telah menyandang status sejahtera, namun pemerintah tetap melakukan pemantauan dan pendampingan. "Tidak dilepas begitu saja. Jangan sampai mereka kembali jatuh miskin. Mereka juga diikut sertakan untuk memberi motivasi kepada KPM lainnya," Menurutnya, program PKH menjadi salah satu program pemerintah yang efekif dalam mengurangi tingkat kemiskinan. "

 

Pelatihan PPNS 2012

PKH telah berjalan sejak 2007. Hingga Desember 2015 sudah melahirkan  400.000 KPM menjadi  mandiri," ungkapnya. Dikatakan, efektifitas PKH dapat dilihat dari konsumsi keluarga PKH yang meningkat rata-rata sebesar 14%, dari 76% dari garis kemiskinan ke 90% dari garis kemiskinan. Di sektor pendidikan, terjadi peningkatan angka pendaftaran sekolah. Pada tingkat sekolah dasar (SD) sebesar 2,3%, sementara tingkat sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 4,4%.

 

Diungkapkan, pada 2015, PKH telah menjangkau 3,5 juta keluarga. Tahun ini, jumlahnya akan ditambah 2,5 juta keluarga, sehingga total penerima bantuan PKH sebanyak 6 juta keluarga. "Melalui PKH, kita wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Hebat," tuturnya.

 

Direktur Jaminan Sosial Keluarga, Kementerian Sosial RI, Nur Pujianto mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan dalam penyaluran bantuan sosial. Saat ini, program PKH mulai disalurkan secara non tunai. "Penyaluran secara non tunai agar bansos tepat sasaran dan tepat jumlah," imbuhnya.

 

Sementara itu, Bupati Wonosobo,  Eko Purnomo menyoroti pentingnya pemberdayaan bagi pendamping PKH. Menurutnya, peran pendamping cukup vital dalam mendukung kemajuan KPM. "Masalah kemiskinan cukup kompleks, karenanya butuh SDM Pendamping yang juga mumpuni agar program pengentasan kemiskinan bisa berjalan sesuai harapan," tutur Eko. (Ditulis oleh THP & OHH Linjamsos)

 

Posted in jamsos

Associated Topics

jamsos

 

logo kementerian sosial