Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Cianjur Menduduki Rangking Pertama Daerah Rawan Bencana

Dipublikasi pada Tuesday, 15 November 2016 oleh yanti

Cianjur berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2013 yang dikeluarkan oleh BNPB menduduki rangking pertama daerah risiko ancaman bencana untuk kabupaten/kota dengan skor 250. Sedangkan untuk kategori provinsi, Sulawesi Barat menduduki rangking pertama dengan skor 190. Berdasarkan data tersebut, Kementerian Sosial khususnya Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam meresmikan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kabupaten Cianjur.

Sabtu 12 November 2016 bertempat di Desa Mekar Mulya, Kec. Cikalong Kulon, Kab. Cianjur, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Adhy Karyono meresmikan Kampung Siaga Bencana. Peresmian dihadiri Bupati Cianjur, Irvan Rivano Mukhtar dan anggota DPR RI Komisi XIII, Deding Ishak, Camat Cikalong Kulon, H. Nunung Rachmat, perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinsoskertrans Kab. Cianjur, perwakilan dari BPBD, perwakilan dari Polres dan perwakilan dari TNI.



Dalam kesempatan ini Direktur PSKBA juga mengukuhkan Deding Ishak sebagai Pembina Kehormatan Tagana dan Irvan Rivano sebagai Pembina Tagana Kabupaten Cianjur, yg secara simbolis dengan penyematan rompi tagana.

Kampung Siaga Bencana (KSB) yang diresmikan ini diberi nama Sabilulungan yang artinya rasa kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan tanpa pamrih. KSB Sabilulungan menganut filosofi "Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh sehingga terwujud masyarakat gemah ripah repeh rapih tata tentram kerta raharja". Kepengurusan KSB Sabilulungan dikukuhkan oleh Deding Ishak selaku Pembina Kehormatan Tagana. KSB Sabilulungan juga mendapatkan bantuan penanggulangan bencana senilai Rp. 165.000.000,-

KSB bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kerawanan dan ancaman bencana. Melalui KSB, masyarakat diajarkan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana, pertolongan pertama apa yang harus dilakukan kepada korban bencana, dan mengoptimalkan potensi dan sumberdaya yang ada dalam penanggulangan bencana. Jadi esensi dari KSB ini adalah melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaan penanggulangan bencana atau lebih dikenal dengan istilah community based disaster management yang dikombinasikan dengan nilai-nilai kearifan lokal daerah setempat.

Posted in pskba

Associated Topics

pskba

 

logo kementerian sosial