Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Sahabat Tagana Harus Bertindak on the Track

Dipublikasi pada Monday, 31 October 2016 oleh yanti

5

Tulungagung, 22 Oktober 2016, Jawa Timur memiliki kelas resiko tinggi dengan skor 171 sesuai dengan Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan oleh BNPB tahun 2013. Sebagai antisipasi kemungkinan jatuhnya korban dan dampak bencana,



Kementerian Sosial RI cq. Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (Dit. PSKBA) melaksanakan Bimbingan Teknis Sahabat Tagana kepada 60 orang dari 25 Kabupaten dan Kota di wilayah kerja Banser se-Provinsi Jawa Timur. Bimbingan Teknis dilaksanakan tanggal 22 s.d 24 Oktober 2016 di Waduk Wonorejo. Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dibuka oleh Menteri Sosial dihadiri oleh Bupati Trenggalek dan Wakil Bupati Tulungagung. Dalam sambutannya, Menteri Sosial menyampaikan bahwa dengan keterbatasan yang kami miliki, maka upaya bimbingan teknis bagi sahabat Tagana ini saya pandang sebagai upaya yang tepat selain untuk memperluas jaringan kerja, juga mengoptimalkan potensi - potensi kesejahteraan sosial yang dimilliki di daerah maupun pusat. Sinergitas dalam penanggulangan bencana merupakan hal yang utama dan wajib untuk dilakukan. Keberhasilan penanggulangan bencana bukan merupakan upaya salah satu elemen saja, akan tetapi elemen masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha harus saling bahu membahu, bekerjasama dan berkoordinasi yang baik sehingga upaya perlindungan sosial dapat terlaksana secara cepat dan tepat. Tagana yang berjumlah 29.734 (hasil revitalisasi tahun 2016) yang tersebar di seluruh Indonesia, maupun Bagana yang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa, merupakan potensi yang cukup signifikan dalam penanggulangan bencana apabila disinergikan secara baik. Sinergitas dalam penanggulangan bencana merupakan hal yang utama dan wajib untuk dilakukan. Keberhasilan penanggulangan bencana bukan merupakan upaya salah satu elemen saja, akan tetapi elemen masyarakat, pemerintah maupun dunia usaha harus saling bahu membahu, bekerjasama dan berkoordinasi yang baik sehingga upaya perlindungan sosial dapat terlaksana secara cepat dan tepat. Malam harinya mulai pukul 19.00 WIB, Adhy Karyono selaku Direktur PSKBA memberikan materi tentang managemen penanggulangan bencana, Kementerian Sosial sebagai Wakil Koordinator pengungsian dan perlindungan serta menjadi Ketua di Bidang Logistik. Bagana sebagai sahabat Tagana harus paham aturan Tagana itu sendiri, dengan demikian apabila bencana terjadi, baik Bagana maupun Tagana sudah bertindak on the track karena telah memiliki kesamaan cara dan strategi untuk standarisasi pelayanan yang dilakukan untuk korban bencana alam agar perlindungan sosial Korban Bencana Alam dapat terlaksana dengan baik dan optimal.

5

Sumber : Dit. PSKBA

Posted in pskba

Associated Topics

pskba

 

logo kementerian sosial