Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

NKRI Harga Mati!

Dipublikasi pada Friday, 14 October 2016 oleh ria

Pelatihan PPNS 2012

Semarang, Sabtu 8 Oktober 2016 bertempat di Balai Kota Semarang tengah berlangsung Pemberian Kompensasi kepada Warga Negara Indonesia Eks Timor Timur yang berdomisili di luar Provinsi Nusa Tenggara Timur. Khofifah Indar Parawansa selaku Menteri Sosial Republik Indonesia menyampaikan ucapan terima kepada Gubernur dengan segenap jajarannya serta walikota Semarang yang telah menyediakan berbagai fasilitas yang sangat diperlukan untuk memperlancar agenda pada hari ini. Ini semua menjadi bukti, bahwa hubungan kerjasama antara Kementerian Sosial dengan Pemerintah Daerah Jawa Tengah sangat solid. Hal ini mengindikasikan, bahwa perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap program ini cukup besar. Pemberian Kompensasi ini merupakan kompensasi terakhir yang bersifat final, diberikan 1 (satu) kali, dan tidak ada lagi tuntutan apa pun.

 



Dalam kesempatan yang sama Harry Hikmat selaku Dirjen. Perlindungan dan Jaminan Sosial menyampaikan bahwa peluncuran pemberian kompensasi kepada WNI bekas Timor Timur di Provinsi Jawa Tengah sama seperti peluncuran di provinsi lainnya. Kompensasi ini diberikan berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 25 tahun 2016 Tentang Pemberian Kompensasi kepada WNI Bekas Provinsi Timor Timur yang berdomisili diluar Provinsi NTT dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 9 tahun 2016.

 

Kompensasi diberikan sebagai bentuk asas kepatutan dan keadilan yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada WNI eks Timor Timur yang berdomisili diluar wilayah NTT, dengan harapan agar yang bersangkutan dapat meningkatkan kualitas hidupnya setelah meninggalkan wilayah Timtim pada saat jajak pendapat yang terjadi pada tanggal 4 September 1999 lalu. Berdasarkan data hasil validasi, penerima kompensasi di seluruh wilayah Indonesia diluar provinsi NTT mencapai 27.687 KK. Sebanyak 4.736 KK diantaranya berada di Jawa Tengah yaitu Kota Semarang sebanyak 618 KK, Kabupaten Semarang sebanyak 146 KK dan Kabupaten Kendal sebanyak 46 KK.

 

Data penerima kompensasi ditetapkan berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh tim validasi dari Kementrian Sosial. Sedangkan sumber data diperoleh dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh BPKP Pusat. Input data awal berasal dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kementerian Dalam Negeri. Dalam hal demikian, maka penerima kompensasi yang dilakukan pada hari ini adalah hasil seleksi yang sangat ketat untuk menghindari bantuan yang salah sasaran. Seluruh Indonesia diharapkan dapat diselesaikan sampai akhir Oktober. Sedangkan peluncuran kompensasi di Jawa Tengah dilaksanakan secara serentak pada hari ini yang dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah jawa Tengah serta para calon penerima bantuan.

 

Bantuan diberikan sebesar 10 juta rupiah per keluarga yang akan diterima oleh setiap kepala keluarga melalui mekanisme bantuan langsung yang disalurkan oleh Bank Pemerintah yang telah ditetapkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Jika kepala keluarga meninggal dunia, maka dapat diwariskan oleh ahli waris berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

 

Sementara itu Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan Pemkot Semarang akan terus membantu proses verifikasi data warga mantan eks Timor Timur. Pemkot Semarang juga menyatakan siap memfasilitasi kebijakan dari kompensasi tersebut, "ini bentuk kehadiran negara, kami siap bantu menyukseskan kebijakan ini selama 24 jam setiap hari dan saya pastikan yang tinggal di Kota Semarang bisa terverifikasi, dan saya laporkan ada yang jadi bagian dari Pemerintah Kota, sebagian jadi PNS," kata Hevearita.

 

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh Tim Pusat menyebutkan, terdapat 27.687 KK di seluruh Indonesia sebagai sasaran kompensasi. Sebanyak 4.736 KK diantaranya berdomisili di Jawa Tengah yang tersebar di Kota Semarang sebanyak 618 KK, Kab.Semarang sebanyak 146 KK dan Kab. Kendal sebanyak 46 KK.

 

Flergerinha Da Gunha Pinto salah satu putri eks warga Timor Timur yang berdomisili di Semarang menyampaikan ucapkan terima kasih yang amat dalam atas perhatian Pemerintah kepada Warga Negara Indonesia Eks Timor Timur yang berdomisili di luar Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan berharap untuk yang belum terverifikasi bisa sesegera mungkin dapat ditindak lanjuti. Serta mengatakan NKRI harga mati! (Ditulis dan difoto oleh Achmad Sugito)

 

Posted in pskbs

Associated Topics

pskbs

 

logo kementerian sosial