Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Bantuan Sosial Bagi Korban Garut

Dipublikasi pada Friday, 30 September 2016 oleh ria

Bantuan Sosial Bagi Para Korban Garut

 

Kamis 29 September 2016, “bantuan sosial telah disalurkan oleh Kementerian Sosial”, demikian penjelasan Presiden Jokowi pada kunjungan beliau ke RSU Dr. Slamet Kabupaten Garut yang turut terendam banjir bandang pada Selasa 20 September lalu. Memasuki hari ke 10 bencana banjir bandang yang menimpa masyarakat Garut, Presiden RI turun langsung untuk meninjau lokasi bencana dan para pengungsi korban bencana. Tanpa penyambutan seremonial, Panti Sosial Tresna Werdha (PSRW) Jiwa Baru Kabupaten Garut merupakan lokasi pertama yang dikunjungi oleh Presiden RI Jokowi. Bangunan PSTW Jiwa Baru yang sebagian besar rusak berat dan tertimbun lumpur saat ini masih dalam proses pembersihan. Tampak TNI bersama masyarakat dan para relawan membersihkan lumpur yang menenggelamkan seluruh rumah di Kampung Pinggir Sari Kelurahan Sukakarya RW 02 Kecamatan Tarogong Kidul, tepat berada di belakang Panti RPSTW Jiwa Baru. 72 penghuni PSTW telah di evakuasi ke PSTW Ciparay, dengan korban 2 orang lansia meninggal dunia, peninjauan Presiden berlanjut melihat bantaran Sungai Cimanuk yang berada tepat di belakang Panti RPSTW.

 



34 orang korban telah ditemukan dan saat ini pemerintah dibantu para relawan dan masyarakat fokus pada pencarian 19 korban yang hilang lainnya. Meskipun kondisi Garut saat ini sudah relatif stabil, aman dan telah memasuki masa pembersihan, namun masa darurat bencana tetap akan diperpanjang sampai dengan tanggal 4 Oktober 2016. Setelah menyusuri bantaran Sungai Cimanuk, Presiden Jokowi beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke RSU Dr Slamet dan melihat lokasi bencana terparah di Desa Cimacan.

 

Bantuan Sosial yang diberikan oleh Kementerian Sosial berupa santunan kematian bagi ahli waris korban meninggal banjir bandang sebanyak 480 juta bagi 32 ahli waris, serta buffer stock senilai 500 juta yang diberikan secara bertahap pada tanggal 22 dan 23 September 2016. Kementerian Sosial juga telah menurunkan Tim Dukungan Psikososial sebanyak 9 orang yang akan mendatangi 12 titik pengungsian dengan total pengungsi sebanyak 2.525 jiwa / 787 KK dan 110 Tagana telah diterjunkan sejak hari pertama hingga masa tanggap darurat usai. Tidak hanya berasal dari Kabupaten Garut, Tagana dari daerah terdekatpun dating atas inisiatif sendiri untuk membantu. Tagana Tasikmalaya, Bandung, Bogor, Tulungagung hingga Banjarnegara, dibantu pula oleh 5 orang Pendamping PKH garut dan 4 orang TKSK Kabupaten Garut.

 

Menurut salah satu Tagana Kabupaten Garut yang turut melakukan evakuasi pada malam kejadian di Kampung Bojong Sudika RW 19 Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul dengan jumlah korban meninggal terbanyak " Selasa dini hari, dengan menggunakan perahu karet, saya bersama kawan-kawan Tagana lainnya dan tim Basarnas melakukan evakuasi. Bahkan saya sendiri mengungsikan 5 bayi pada malam tersebut. Kondisi saat itu memang mencekam, semua panik namun dengan kekompakan dan koordinasi yang baik semua bisa dilalui. Fokus kami adalah meminimalisir jumlah korban," demikian penjelasan Osul, walaupun dia sempat syok ketika menemukan jenazah bayi yang tersangkut pohon selama 2 hari setelah kejadian banjir bandang, namun hati nurani memanggil untuk tetap melakukan tanggungjawabnya sebagai relawan kemanusiaan.

 

Tampak bekas lumpur mengotori seluruh rumah, ketinggian air melebihi atap rumah, banjir bandang yang terjadi Selasa malam lalu telah meluluhlantahkan hampir semua rumah yang dilaluinya.

 

Sekretaris Ditjen Linjamsos, Margowiyono beserta tim Sekretariat yang tiba 1 hari sebelum kunjungan Presiden RI turut memantau kondisi posko di Dinas Sosial Nakertrans Kabupaten Garut serta lokasi bencana yang akan beliau kunjungi. Margowiyono datang bukan hanya mengecek barang bantuan yang ada, namun juga proses distribusi bantuan tersebut hingga kendala lapangan yang dihadapi oleh para Tagana selama bertugas di posko, dapur umum dan pengungsian.

 

Kehadiran beliau disambut gembira oleh para Tagana yang sedang mendata jumlah bantuan. Arif salah satu Tagana Kab. Garut sangat berterima kasih atas suport dan perhatian beliau kepada para Tagana disini. Alhamdulillah, memasuki hari ke 10, bantuan ke posko tiada henti datang baik dari pemerintah, swasta maupun swadaya masyarakat pun tetap mengalir untuk disalurkan, demikian penjelasan dari Iyan, Koordinator Posko Bantuan Banjir Bandang garut. 200 paket yang terdiri dari handuk, sarung, kaos dewasa dan kaos anak tiba di Dinas Sosial Nakertrans Kabupaten Garut atas bantuan Matahari Departemen Store yang diserahkan kepada Koordinator Posko Tagana melalui perwakilan Dit. PPSDBS, Kasie Pemanfaatan Barang, Yulianto bagi para korban yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Ditjen Linjamsos.

 

Pada saat yang sama Kasubdit. Penanganan Korban Bencana Alam, Iyan Kusmadiana yang berada di Garut sejak hari kedua bencana terjadi melaporkan perkembangan terakhir mengenai penanganan korban, bantuan, proses penyaluran bantuan serta terkait pendekatan Psikososial yang dilakukan oleh tim DP Kemensos, yang dipimpin oleh Kasubdit Pemulihan dan Penguatan Sosial, Sunarti. (Ditulis oleh ria fakhriah dan Fotografer : Sugito)

 

Posted in pskba

Associated Topics

pskba

 

logo kementerian sosial