Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial 2016

Dipublikasi pada Friday, 23 September 2016 oleh ria

Kementerian Sosial Gulirkan Bantuan Simulan bagi 175 Forum Keserasian Sosial

 

KS 4

Jakarta, Jumat 23 September 2016 bertempat di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Kasubdit Pencegahan Direktorat PSKBS, Helmy Datuk didampingi Kepala Seksi Pemetaan Sosial Rosehan Ansyari dan Kepala Seksi Penguatan Sumber Daya Gweny Rahayu menjelaskan bahwa 175 Forum Keserasian Sosial yang hadir pada saat ini akan mendapat bantuan stimulan dan dikirim ke rekening forum masing-masing sesuai proposal yang telah diseleksi dan diverifikasi oleh Ditrektorat PSKBS pada kegiatan Rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial Tahun 2016. Setiap forum, dalam perjalanannya nanti akan mendapat pendampingan internal oleh Itjen, BPKP serta pihak eksternal. Intinya Kemensos dan Dinas Sosial akan memfasilitasi dalam bentuk bantuan dan forum yang bergotong royong dengan masyarakat dalam prosesnya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, mengawasi, sampai pelaporan dengan Rekomendasi dari Dinas Sosial tentunya, jadi prinsip Keserasian Sosial terkait dengan membangun kohesivitas jauh lebih nampak dan ke depannya akan lebih dari 175 Forum yg akan mendapatkan bantuan sesuai dengan anggaran yang ada.

 



 

Pelatihan PPNS 2012

Kegiatan Rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial Tahun 2016 telah dibuka secara resmi oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat didampingi oleh Direktur PSKBS Syahabudin kemarin, pada tanggal 22 September 2016 sekitar pukul 20.00 WIB dihadiri 350 peserta perwakilan 23 Dinas Sosial Prov/Kab/Kota, 90 Pendamping dan Ketua Forum Keserasian Sosial di 23 provinsi di Indonesia sebanyak 175 desa/Forum Keserasian Sosial. Kegiatan ini sangat penting dan strategis sehingga dapat ditindaklanjuti bersama. Pemberdayaan masyarakat penting untuk mencegah konflik, penguataan kapasitas Pelopor Perdamaian untuk membangun perdamaian, serta pelatihan dukungan psikososial memiliki peranan penting baik di bencana alam maupun bencana sosial. Dimana keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Konflik sendiri dalam proses penanganannya perlu manajemen dan resolusi konflik. Strategi penanganan korban bencana, bencana sosial, politik dan ekonomi, misalnya ex Gafatar bukan masalah sosial semata tapi sosial politik, sehingga harus dilihat secara holistic dan komprehensif.

 

Nara Sumber kegiatan rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial Tahun 2016 yaitu Brigjen Pol Hamidin Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme /BNPT yang berkedudukan di Komp IPSC Sentul Bogor memberikan materi antara lain peran masyarakat bagian dan sasaran/target terorisme, peran media sangat sentral bisa mengangkat bisa menjatuhkan. Kontrol media yaitu masyarakat.dark Net digunakan bandar narkoba, perdagangan manusia dan terorisme ISIS sebagai teroris banyak dananya dari sumber menjual artefak museum yang mahal, menjual minyak di pasar gelap, sekarang bergerak menjual organ tubuh. Di Indonesia yang bergabung kecil tapi ada 21 organisasi. Teroris bukan Islam, di kacamata mereka pihaknya mempertahankan Islam (versi mereka). Identitas berbeda samar mirip nama org Indonesia seperti Parlindungan Siregar ternyata warga Spanyol. Perlu penegakan hukum dan kerjasama dengan luar negeri.

 

Staf Khusus Mensos, Suseko Zuhriernada sebagai narsum selanjutnya pada Rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial Tahun 2016 menjelaskan tentang benang merah yang akan kita lakukan ke depan amanah UU bagaimana ciptakan Keserasian Sosial top down dan bottom up. Bicara soal damai ada evolusinya, orang disebut damai, aman kalau tidak ada yang mengancam dan tidak ada kekerasan. Penting kita punya frame work/pemikiran ciptakan suasana damai di masyarakat kita demikian penjelasan beliau.

 

Muhamad Luthfi, Kepala Pusat Studi Timur Tengah Islam pada 23 Sept 2016 sekitar pukul 20.00 sebagai narsum kegiatan Rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial Tahun 2016 menerangkan tentang akar konflik di dunia Arab yaitu masalah sosial, politik dan agama serta konspirasi. Sedangkan alat pemersatu Indonesia yaitu Pancasila, Demokrasi, Civil society, Islam Rahmatan Lil Alamin. Tafkir yaitu Sumber Radikalisme dalam gerakan Islam. Indonesia sedang menuju negara yg sejahtera yang akan dicapai tahun 2042. Diakhir acara Bambang Nugroho sebagai moderator menambahkan betapa pentingnya posisi Indonesia di pertarungan dunia, “kita harus optimis dengan nilai kearifan".

 

Kesepakatan Bersama yang dibacakan oleh perwakilan Tim Perumus pada Penutupan Kegiatan Rakornas dan Bimbingan Teknis Keserasian Sosial Tahun 2016 sekitar pukul 19.40 WIB tanggal 24 September 2016 dan pembacaan Rekomendasi oleh Gweny Rahayu disaksikan oleh seluruh peserta dengan seksama. Sedangkan Penutupan Rakornas dan Bimtek Keserasian Sosial Tahun 2016 ini secara resmi oleh Kasubdit Pencegahan mewakili Direktur PSKBS, panitia mengapresiasi peserta Rakornas yg sangat konstan dan antusias dlm setiap tahapan kegiatan dan menjelaskan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan yang kurang dari Rakornas ini.

 

Bantuan sosial yang akan ditranfer ke rekening Forum Keserasian Sosial sebesar 109 juta diharapkan dapat menjadi bentuk kegotongroyongan dan kohesivitas masyarakat serta sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai pengajuan proposal yang telah diseleksi dan diverifikasi. Sebelumnya Reyhan sebagai Nara Sumber turut menjelaskan rencana aksi kepada peserta Rakornas dan pertanggungjawaban bantuan sosial tsersebut serta pelaporan yang harus disiapkan sesuai dengan peraturan keuangan, diantara peserta ada perwakilan dari Itjen Kemensos yang sekaligus memantau pelaksanaan Rakornas. Sukses Dit. PSKBS acara lancar dan alhamdulillah semua berkat doa kita bersama. (Ditulis oleh : Diah Lestari / Fotografi : Fauzan)

 

Pelatihan PPNS 2012

Pelatihan PPNS 2012

Pelatihan PPNS 2012

Pelatihan PPNS 2012

Pelatihan PPNS 2012

Pelatihan PPNS 2012

Pelatihan PPNS 2012

Posted in pskbs

Associated Topics

pskbs

 

logo kementerian sosial