Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Bimtek PKH Kaltim

Dipublikasi pada Tuesday, 20 September 2016 oleh ria

Kemsos akan Bagikan Smart Card Bagi Penerima Manfaat PKH”

 

kaltim 5

“Menabung menjanjikan kehidupan yang lebih baik…” demikian yang disampaikan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat Jumat, 16 September 2016 dalam rangka Bimbingan Teknik Pendamping dan Operator PKH 2016 Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang diselenggarakan di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur didampingi Kasubdit Bantuan Sosial Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial, Rahmat Koesnadi dan Kasie PPSDS & Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalimantan Timur, Fariyadi Ariyani, bertempat di Aula Hotel Grand Tjokro pukul 08.00 WITA. Paradigma penyaluran bantuan sosial saat ini sudah bergeser menjadi penyaluran non tunai atau e-money. Bermitra dengan dunia perbankan, Kementerian Sosial berencana pada penyaluran tahap selanjutnya akan menyalurkan bantuan melalui kartu debet atau smart card yang diberikan kepada para penerima manfaat PKH.

 



kaltim 6

Kegiatan yang telah berlangsung sejak tanggal 14 s.d 18 September ini, merupakan pembelajaran awal kepada 58 Pendamping PKH dan 5 Operator yang baru saja lulus pada September 2016 lalu. Peserta Bimtek yang hadir merupakan pendamping yang akan ditempatkan di Kalimantan Timur ; Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kapupaten Kutai Barat, Kabupaten Berau, Kota Samarida, Kota Bontang dan Kota Balikpapan. Penempatan Kalimantan Utara berada di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

 

kaltim 1

Kebijakan, alur dan mekanisme serta bisnis proses PKH menjadi salah satu hal penting yang perlu dipahami oleh para peserta bimtek selain pembelajaran mengenai aplikasi validasi serta praktek pertemuan awal antara Pendamping PKH dengan para penerima manfaat. Pendamping diharapkan mampu membuat team work yang solid serta membangun koordinasi yang baik dengan Korwil, Korkot, Dinas Sosial, Pemda dan unsur-unsur terkait lainnya. Istilah Keluarga Sangat Miskin (KSM) pun sudah tidak relevan dan diganti dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Membangun relasi dengan keluarga penerima manfaat PKH menjadi penting karena era ke depan orientasi program akan mengarah pada pendekatan kekuatan sumber daya yang dimiliki yaitu pendekatan pada keluarga bukan lagi pada pathologis sosial, sebagai subyek yang dihargai bukan marginal yang dianggap miskin dan tidak berdaya. Pemahaman ini harus menjadi dasar pola berpikir dan berlaku para Pendamping menghadapi para penerima manfaat PKH.

 

 

Pendamping PKH diharapkan pula mampu bekerja di semua program kemanusiaan termasuk penanggulangan bencana. Semua bergerak bersama dan bersinergi, baik itu Pendamping PKH, Tagana, TKSK dan Karang Taruna. Seluruh program harus dikomplementaritas. Sekarang tidak ada istilah Kohor karena sekarang pendekatan Assesment. Paket metode FDS (Family Development Session) wajib dikuasai Pendamping dan Operator PKH termasuk melalui website kemsos.go.id. Selamat datang di Keluarga PKH, Kemensos dan Jamsoskel”, demikian arahan yang disampaikan oleh Dirjen Linjamsos. (Ditulis oleh : riafakhriah)

 

kaltim 2

kaltim 3

Posted in jamsos

Associated Topics

jamsos

 

logo kementerian sosial