Linjamsos: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial kunjungi juga www.kemsos.go.id, situs Kementerian Sosial RI

Tagana dan Sahabat Tagana Melaksanakan Simulasi Bencana

Dipublikasi pada Friday, 20 May 2016 oleh ria

mensos dan PMK

Tagana dan Sahabat Tagana selama empat hari melaksanakan simulasi bencana bersama-sama dalam rangka Jambore Daerah (Jamda) Taruna Siaga Bencana (Tagana) tahun 2016 yang diselenggarakan di daerah wisata Pantai Buiko, Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, NTT sejak tanggal 10 s.d 14 Mei 2016. Dihadiri 386 Tagana yang berasal dari 14 kabupaten di NTT serta Sahabat Tagana dari unsur PMI, Basarda Provinsi NTT, pemuda nelayan Alor dan Pramuka.

 



mensos dan PMK

Simulasi yang dilakukan tepat setelah Upacara Pembukaan Jambore Daerah Tagana berlangsung, dimulai dengan simulasi water rescue, evakuasi pada korban bencana di laut, lomba buka pasang tenda pengungsi (Shelter) dan memasak di Dapur Umum lapangan. Antusiasme Tagana dan Sahabat Tagana dalam melakukan simulasi mendapat apresiasi penuh dari Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Adhy Karyono, beserta Kepala Biro Umum Kementerian Sosial RI, Andi Hanindito, selaku undangan perwakilan dari Kementerian Sosial RI yang juga merupakan salah satu penggagas lahirnya Tagana di Indonesia.

 

mensos dan PMK

Pada kesempatan tersebut Adhy Karyono menyampaikan bahwa Jambore Tagana dilaksanakan untuk meningkatkan semangat kesiap-siagaan dalam upaya penanggulangan bencana bagi seluruh anggota Tagana dan eksistensi personil Tagana sebagai pilar dan aktor penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Saat ini, secara nasional anggota Tagana mencapai 32.947 personil yang telah dikoreksi dengan registrasi ulang dan tersebar diseluruh provinsi, kabupaten/kota se- Indonesia. Tagana Provinsi NTT berjumlah 8000 personil dan akan diperkuat juga oleh sahabat-sahabat Tagana lainnya. Karena Tagana tidak hanya bekerja saat ada bencana tetapi Tagana harus selalu siap dan tanggap terhadap berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Hal ini sesuai dengan paradigma penguatan penanggulangan bencana sosial saat ini yaitu berfokus pada kegiatan logistik suport system dan perlindungan sosial, demikian yang disampaikan oleh Adhy.

 

Tidak luput, dalam kesempatan tersebut beliau mengundang para Bupati dan Kepala Dinas Sosial se-NTT yang hadir dan turut serta pada Jambore Daerah Tagana tersebut untuk ikut hadir dalam rangka Ulang Tahun TAGANA yang ke 12 bersama TAGANA dari seluruh Indonesia serta perwakilan dari Asean Plus Tree (Jepang, Korea dan China). Adhy mengingatkan bahwa saat ini, Menteri Sosial telah melaunching TAGANA dan Sahabat TAGANA dipelbagai kesempatan, oleh karena itu perlu kiranya Tagana membuka dan memperluas jaringan relawan bencana agar dapat membangun hubungan yang baik dengan para Sahabat Tagana. Terkait kebutuhan fasilitas kendaraan siaga bencana, Adhy, berjanji akan segera mendata kabupaten mana yang belum memiliki kendaraan siaga bencana berdasarkan karakteristik bencana di masing-masing daerah.

 

Amon Djobo, Bupati Alor mewakili Gubernur NTT yang membuka secara resmi upacara Jambore Daerah ini menjelaskan bahwa Provinsi NTT merupakan daerah rawan terhadap berbagai bencana, sehingga perlu dilakukan tindakan-tindakan antisipatif, salah satunya berupa upaya perbaikan dan peningkatan manajemen penanggulangan bencana. Fenomena alam seringkali tidak dapat diandalkan oleh kekuatan manusia, sehingga seringkali bencana yang terjadi menimbulkan kerugian yang cukup besar. Oleh sebab itu perlu adanya perubahan paradigma penanggulangan bencana. ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, namun partisipasi aktif dari masyarakat tentu selamanya akan dibutuhkan.

 

mensos dan PMK

Salah satunya dengan memperkuat dan meningkatkan peran serta masyarakat khususnya generasi muda sebagai pelaku aktif penanggulangan bencana baik dari fase prabencana, tanggap darurat maupun pasca bencana. Amon Djobo berharap generasi muda yang direkrut oleh Dinas Sosial, dilatih, diberi atribut dan simbol yang menandai mereka sebagai kelompok relawan penanggulangan bencana yang kemudian disebut Tagana perlu selalu ditingkatkan keterampilannya sehingga dapat maksimal dalam penanganan penanggulangan bencana.

 

Diakhir arahannya sekali lagi beliau mengucapkan “Selamat untuk Jambore Tagana Kab. Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk itu mari kita bangun dan tingkatkan Sahabat Tagana kedepannya,” yang disambut tepuk tangan oleh seluruh peserta upacara. dan ditutup dengan penyerahan Piala Bergilir Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk Juara Jambore Wilayah Timur yang jatuh pada Kabupaten Alor dan penyematan Tanda Sahabat Tagana untuk Sahabat Tagana terdekat.

 

mensos dan PMK

mensos dan PMK

mensos dan PMK

mensos dan PMK

mensos dan PMK

mensos dan PMK

Posted in pskba

Associated Topics

pskba

 

logo kementerian sosial